Selasa, 02 Juni 2009

MENGATASI REMAJA YANG MALAS SEKOLAH

George Bernard Shaw sangat menyayangkan masa muda yang disia-siakan oleh kemudaan.Keprihatinan ini tentunya dapat diterapkan untuk proses pendidikan formal yang dialami oleh sebagian orang.Masa sekolah tampaknya datang pada saat yang paling tidak tepat.Kecuali bagi orang yang memiliki kebiasaan baik seperti suka membaca,haus pengetahuan, atau tertarik pada pelajaran tertentu,sehingga sangat mungkin masih bisa menyelesaikan studi empat tahun atau lebih lama lagi dalam pendidikan lanjut tanpa peduli apapun.


Sebagian alasannya adalah saat orang semestinya menjadi pelajar, perhatiannya tergangu oleh proses belajar menjadi dewasa.Bisa dimaklumi,masa belajar tergangu karena kesibukan oleh lawan jenis,desakan untuk segera mencari nafkah yang merupakan beban melelahkan walaupun cukup penting,dan perasaan tidak nyaman ketika pertama kalinya pandapat kita diragukan.Belum lagi kehidupan masa kini yang dijejali televisi,radio,musik pop,ponsel,internet,koran dan majalah yang daya tariknya diragukan,dan berbagai masalah sepele lainnya.

Sekolah bisa terasa sangat berat bagi sebagia pelajar.Mungkin kita bosan,tidak berminat,atau cuma bete biasa.Sayangnya,disekitar kita memang kurang tersedia keterampilan khusus untuk meringankan kegiatan belajar bagi siswa yang malas.Menurut psikolog Dr.Thomas Greenspon dari Minneapolis,Minnesota, kata seperti malas munkin merupakan penjelasan untukmereka yany memilih tidak menggerjakan hal yang menurut Thomas Guru,Orang tua atau orang kebanyakan seharusnya mereka kerjakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar